Kamis, 21 April 2011

Apapun yang terjadi sama kamu

Kalian percaya adanya matahari? Tentu, setiap hari kalian selalu liat matahari terbit kan?

Kalian percaya adanya bulan? Tentu, setiap malam kalian selalu liat bulan menggantikan posisi matahari untuk menerangi dunia meski tak sesempurna mentari.

Siklus tersebut mirip dengan kehidupan kita. Senang dibalas sedih, kenyataan dibalas palsu, dan lain-lain... yang pasti semuanya selalu bergantian.



Kalian tahu kan kalau bumi berputar? Tentu, sepertinya saya pun tidak perlu menanyakan hal konyol ini.

Banyak orang bilang... sama seperti bumi yang berputar, terkadang kita berada diatas, terkadang kita berada di bawah. Kehidupan selalu seperti itu. Tidak ada kehidupan yang selalu dipenuhi dengan kebahagiaan, tidak ada kehidupan yang selalu dipenuhi dengan kesedihan juga. Kecuali... bagaimana cara orang itu sendiri menanggapi/menghadapi kehidupannya.







Misalnya, A punya kehidupan yang memang... menyedihkan, namun ia terus berpikir bahwa tak seharusnya dia terpuruk dan berdiam diri merenungi masa lalu/masalahnya di tempat... ia terus berpikir bahwa ia harus terus maju dan melangkah demi masa depan yang lebih baik. Meski memang ia tidak akan pernah tahu apakah cara itu mudah atau sulit. Ia memilih untuk belajar dari kesalahan, kesengsaraannya. Ia memilih untuk percaya bahwa "bumi ini berputar". Maka semua yang dihadapinya di dunia ini, sesulit, sekejam apapun itu... ia akan terus merasa bahagia karena ia berpegang teguh dengan kepercayaannya... mimpinya yang secerah, seindah cahaya matahari... impiannya yang ia yakini akan segera terwujud dan pasti akan terwujud. Ini salah satu bukti nyata dari cara pikir semua orang-orang sukses diluar sana. Tapi bukan berarti ia hanya bermimpi dan bermimpi...



Di lain sisi, B juga punya kehidupan yang sama 'gilanya' dengan kehidupan A, sayangnya ia terus berpikir bahwa di dunia ini tak ada hal yang disebut kebahagiaan... kesempurnaan, ia terus merenungkan kekesalannya, kepedihannya, penyesalannya, kesalahannya... semuanya! Sampai ia melupakan satu hal yang sebenarnya bisa merubah segalanya dalam kehidupannya. Ia memilih untuk belajar dari kesalahan, kesengsaraannya juga. Tetapi ia tidak pernah mempercayai adanya kebahagiaan untuknya, meski ia pernah merasakannya. Maka hidupnya takkan pernah berubah... ia akan terus berada disana, terdiam, terpuruk, SEMUANYA TAKKAN BERUBAH DI HADAPANNYA... sampai akhir dunia pun, ia takkan pernah dapat mengubah kehidupannya. Ia akan terus sengsara karena ia percaya bahwa kehidupan ini semata-mata tercipta semenyedihkan mungkin. Kira-kira... inilah salah satu bukti nyata dari pikiran para pelaku bunuh diri. Kalau saja mereka mengingat kembali apa saja yang sudah Tuhan berikan pada mereka selama ini, selain kepedihan dalam hidup mereka... dan mereka percaya bahwa mereka dapat merubah semuanya karena Tuhan takkan memberikan cobaan yang tak bisa mereka lalui... kematiannya pun takkan terjadi lebih cepat, dari situ ia dapat mengawali kehidupannya yang baru.



















Gua gatau musti ngomong apa lagi. Yang jelas gua cuma bisa bilang, pikiran lo semua mempengaruhi hidup lo. Lo merasa menderita, sebahagia apapun hidup lo/segila apapun hidup lo/sesederhana apapun hidup lo, lo bakal teruuus menderita. Lo merasa bahagia, sesengsara apapun hidup lo/sebahagia apapun hidup lo/sesederhana apapun hidup lo, lo bakal teruuus bahagia. Negatif dan positif kerjanya seperti itu. Tanpa lo sadari, pikiran lo yang sebenernya ngontrol jalan hidup lo mau kemana... ke arah yang terang, atau malah gelap. Bahkan bisa ke arah yang lebih terang lagi, ATAU lebih gelap lagi. Itu semua tergantung pada diri sendiri. Enjoy your life. ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar