Rabu, 30 Maret 2011

Pacaran

Apakah perwujudan cinta itu hanya berarti kasmaran saja ?
Hmmm...

menurut salah seorang peneliti,

cinta itu bisa berarti banyak, dan salah satunya memang bisa di artikan kasmaran dan kasih terhadap lawan jenis.

karena perasaan senang terhadap lawan jenis itu merupakan fitrah, berarti sah sah aja donk.

namun apakah sarananya harus pacaran ?

sarana yang terbaik adalah simpan rasa itu, tata dengan rapi dan ekspresikan dengan cara yang halal, yaitu menikah.

Ehem...

Senang sama lawan jenis, boleh gk ya ?
bukankah itu fitrah !

Ehm, siapa yang bilang  gk boleh?
Tapi apakah sarananya harus pacaran ?

EMOSI CINTA menurut para peneliti, yang di muat Daniel Goleman dalam bukunya Emotional Intelligence.

CINTA ADALAH SALAH SATU EMOSI YANG ADA PADA MANUSIA. emosi cinta ini mengandung beberapa emosi lain seperti :

*Penerimaan
*Persahabatan

*Kepercayaan
*Kebaikan hati

*Rasa dekat
*Hormat

*Kasmaran dan kasih

Nah, dari emosi-emosi turunannya itu,

Jelas terlihat klo PERWUJUDAN CINTA LEBH LUAS SFATNYA, BUKAN SEKEDAR KASMARAN SAJA. Persahabatan, penerimaan, kebaikan hati dsb bisa kita ekspresikan tanpa harus pacara.

Tapi kan, seorang laki-laki butuh perempuan, dan juga sebaliknya? Glek! (*smile*)
jawabannya, memang iya sih!
Namun, apakah lantas karena butuh itu kita jadi penerobos garis batas yang telah diatur Allah untuk menjaga kita ?
WAJAR SAJA YAP, wajar saja klo kita senang dengan lawan jenis.

fitrah, betul itu ?

Tapi FITRAH BUKAN BERARTI HARUS DI TURUTI SEHINGGA TAK TERKONTROL.

KITA HARUS TETAP MENJAGA FITRAH AGAR TETAP MURNI DAN TAK TERKOTORI DENGAN NAFSU SESAAT.

Cinta itu sendiri terbagi menjadi dua:

1. Cinta yang syar'i cinta yang syar'i dasarnya adalah iman. Buka deh Q.S. 3:15, 52:21 dan 3:170

2. Cinta tidak syar'i. Sedangkan cinta yang tidak syar'i dasarnya adalah syahwat.
Untuk yang ini silakan di buka Q.S 3:14, 80:34-37 dan 43:67.

Klo di stiker-stiker kamu sering baca: cinta Allah, Rasul, dan jihad fi sabilillah, itu benar adanya.

urutan itulah yang utama. Allah membenarkan cinta yang sifatnya syahwati seperti di Q.S 3:14 (wanita/pria, anak, harta benda, dsb.)
Sebab kecintaan yang sifatnya syahwat ini adalah tabiat manusia.
Nah, kecintaan inilah yang perlu di kendalikan

Gimana cara mengendalikannya?

JAGALAH HATI

Ingat kisah Fatima ra, putri rasulullah saw?
Setelah menikah dengan ali bin abi thalib ra, Fatimah mengaku pernah menyukai seorang laki-laki. Ketika di tanya ali, siapa laki-laki itu, Fatimah menjawab lelaki itu sebenarnya Ali sendiri (ehem!).

Bisa di tarik kesimpulan, sebenarnya sudah ada bibit cinta pada diri Fatimah terhadap Ali, tapi toh beliau gk lantas jadi kasmaran dan mengekspresikan cintanya dengan suka-suka Gue.
Beliau simpan rasa itu, menatanya dengan rapi dan mengekspresikan saat memang sudah halal untuk di ekspresikan, yaitu saat telah menikah.

Aduh, jauh banget ya ?

nggak juga ko, karena itulah kendalinya. Klo belum siap menikah?

Ya, jangan main api. Lebih baik main air saja biar sejuk. Gimana main airnya ?

Jaga pergaulan.

Bukan berarti gk boleh gaul sama cowok, tapi jaga pandangan ( bukan berarti nunduk terus).

Klo menyukai lawan jenis, cukup sampai tahap simpati.

Jaga hati

Klo gk tahan, Jauhi diri dari orang yang kita sukai.

Banyak-banyak puasa.

Banyak ikut kegiatan buat mengalihkan diri. Kurangi interaksi yang kurang jelas dengan lawan jenis.

Jadi solusi utama memang menjaga diri.

Banyakin teman ( yang sejenis lo) dan cobalah untuk terbuka dengan teman itu.
Jadi kamu nggak merasa kesepian.

Cuma akal-akalan si setan ko klo kamu merasa punya teman cewe lebih enak daripada temen cowok atau sebaliknya.

ngibul tuh si setan !

Masih nggak kuat dan tetap ingin pacaran?

Ya, silahkan saja.

Tapi tanggung resikonya (kamu kan sudah baligh)

Harap di ketahui, API NERAKA ITU PANAS, MESKI DI MUSIM HUJAN.
DOSA BESAR ITU AWALNYA DARI KUMPULAN DOSA KECIL....

Nah loh...........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar