NAH ada akhirnya ada yang buka topik ini juga.....
ane cuman pengen nanya ama yang PRO DEMO itu gan mudah2an ada yah, yang ane pengen nanya DASARNYA apa bilang ganja tanaman beretika, n ganja ga mematikan, TU ORANG BARU TURUN GUNUNG KALI YAH.......
OK sedikit ane bahas
GANJA ato CANNABIS ato cimeng ato apalah namaya mengandung THC (Tetra Hydro Cannabinol) THC sendiri adalah zat psikoaktif yang berefek halusinasi dan ini terdapat dalam keseluruhan pada bagian tanaman ganja, baik daunnya, rantingnya, ataupun bijinya. Karena kandungan THC inilah, maka setiap orang yang menyalahgunakan ganja akan terkena efek psikoaktif yang sangat membahayakan, NAH TOLOL KUADRAT KAN YANG BILANG GANJA GA BERBAHAYA
sedangkan efek dari THC :
jantung berdebar (denyut jantung menjadi bertambah cepat 50% dari sebelumnya), bola mata memerah (disebabkan pelebaran pembuluh darah kapiler pada bola mata), mulut kering (karena kandungan THC mengganggu sistem syaraf otonom yang mengendalikan kelenjar air liur), nafsu makan bertambah (karena kandungan THC merangsang pusat nafsu makan di otak), dan tertidur (setelah bangun dari tidur, dampak fisik akan hilang).
Secara psikis, penyalahgunaan ganja juga menyebabkan dampak yang cukup berbahaya seperti timbulnya rasa kuatir (ansienitas) selama 10 - 30 menit, timbulnya perasaan tertekan dan takut mati, gelisah, bersikap hiperaktif (aktifitas motorik mengalami peningkatan secara berlebihan), mengalami halusinasi penglihatan (dalam bentuk kilatan sinar, warna - warni cemerlang, amorfiaq, bentuk - bentuk geometris, dan wajah - wajah para tokoh. Juga bisa dalam bentuk tanggapan pancaindera visual dan pendengaran tanpa adanya rangsangan, seperti melihat orang lewat padahal tidak ada orang lewat, mendengar suara padahal tidak ada suara), mengalami perubahan persepsi tentang waktu dan ruang (misalnya, satu meter dipersepsi sepuluh meter, sepuluh menit dipersepsi satu jam), mengalami euphoric (rasa gembira berlebihan), tertawa terbahak - bahak tanpa sebab (tanpa rangsangan yang patut membuat orang tertawa), banyak bicara (merasa pembicaraannya hebat), merasa ringan pada seluruh tungkai badan, mudah terpengaruh, merasa curiga (tapi tidak menimbulkan rasa takut, bahkan cenderung menyepelekan dan menertawakannya), merasa lebih menikmati musik, mengalami percaya diri berlebihan (merasa penampilan dirinya paling hebat walau kenyataannya sebaliknya), mengalami sinestesia (misalnya, melihat warna kuning setiap kali mendengar nada tertentu), dan mengantuk lalu tertidur nyenyak tanpa mimpi setelah mengalami halusinasi penglihatan selama sekitar 2 (dua) jam.
sedangkan efek THC jika di gunakan dalan waktu lama :
Gangguan fisiknya antara lain : mengalami radang paru - paru, mengalami iritasi dan pembengkakan saluran nafas, mengalami kerusakan pada aliran darah koroner dan beresiko menimbulkan serangan nyeri dada, beresiko terkena kanker lebih tinggi (karena daya karsinogenik yang terdapat pada ganja jauh lebih tinggi dari pada tembakau), menurunnya daya tahan tubuh sehingga mudah terserang penyakit (karena penyalahgunaan ganja menekan produksi leukosit), serta menurunnya kadar hormon pertumbuhan baik hormon tiroksin (hormon kelenjar gondok) dan maupun hormon kelamin pada laki - laki dan perempuan. Selain itu, gangguan fisik yang ditimbulkan juga menyebabkan pengurangan produksi sperma pada laki - laki dan gangguan menstruasi dan aborsi pada perempuan.
Sedangkan, gangguan psikis akibat penyalahgunaan ganja secara teratur dan berkepanjangan menyebabkan : menurunnya kemampuan berpikir, membaca, berbicara, berhitung, dan bergaul, terganggunya fungsi psikomotor (gerakan tubuh menjadi lamban), kecenderungan menghindari kesulitan dan menganggap ringan masalah, tidak memikirkan masa depan, dan terjadinya syndrom amotivasional (tidak memiliki semangat juang).
nah mungkin yang pro akan ada pertanyaan, "itu kan klo banyak dan terus menerus, gmana klo dikit dan ngga terus menerus...????"
ane jawab : "SIAPE YANG JAMIN TONG....", sama kaya kasus kondom ada yang bilang yang beli kondom harus punya surat nikah dan menunjukkan KTP, FAKTANYA DILAPANGAN, anak SMP dan SMA bebas beli kondom asal ada duit...... SIAPA YANG DI SALAHKAN klo udah kya gini, di tentang nanti di bilang ga menghargai kebebasan berpendapat diturutin ini BAKAL MANGHANCURKAN GENERASI BANGSA.....
WAHAI ORANG2 TOLOL SADARLAAHHH....
Senin, 23 Mei 2011
Sabtu, 21 Mei 2011
5 Pertanyaan Sensitif yang Sebaiknya Dihindari
1. Agama
Agama merupakan hal yang paling sensitif didunia ini. Terkadang ada orang yang maniac terhadap agamanya sehingga menjelek-jelekan agama lain. Seharusnya agama itu bukanlah menjadi suatu perdebatan. Jaman udah moderen, agama itu udah urusan masing-masing manusia. Semua agama itu benar, yaitu menyembah sang Maha Kuasa, cuma caranya aja yang berbeda.
Sebaiknya hindari bertanya atau menjadikan agama sebagai topik pembicaraan.
2. Etnis/Ras
Etnis menjadi suatu pertanyaan yang sensitif, karena orang cenderung berpikiran yang aneh2. Sekarang umumnya manusia itu lebih banyak berpikiran negatifnya daripada positifnya. Hanya tau dan ingat sisi jelek atau buruknua suatu etnis. Cara pemikiran ini harus segera diubah. Ingat, Bhineka Tunggal Ika. Percuma nenek moyang kita cape2 bikin semboyan itu tapi kita ga pernah lakuin. Hindari pembicaraan mengenai etnis/Ras.
3. Status
Dalam hal ini pertanyaan yang paling sensitif adalah "Udah punya suami??" Padahal orang yang ditanya adalah seorang yang perawan tua. Kalo buat anak muda pertanyaan "Udah punya Cewe/o belum??" Itu masih hal yang biasa.
Hindari pembicaraan mengenai status, sebenernya boleh sih, tapi harus tau waktu yang tepat. . .
4. Gaji
Nah ini yang sering menjadi pengukuran seseorang makmur atau tidaknya. Orang yang menanyakan gaji teman/kerabatnya cenderung adalah orang yang ingin tau seberapa makmur teman/kerabatnya bekerja disuatu perusahaan. Masih mending teman/kerabatnya kerja diperusahaan, kalo dia ternya kerja sebagai tukang sampah??? Topik pembicaraan ini harus dihindari. . .
5. Pekerjaan
Sebenarnya ga terlalu sensitif sih, tapi bagaimana kalo orang yang anda tanya adalah orang lulusan S1 yang udah 3 tahun ga bisa dapet kerjaan?? Nyesek banget gan. Jadi, liat dulu orangnya gan sebelum nanya. . .
6. Keturunan
Apa jadinya kalo ada salah satu keluarga kita sudah lama menikah tapi belum punya anak??? Ketika ada yang bertanya "berapa anakmu?" Padahal belum punya. . . Sakit banget rasanya. . . Seperti kaka ane [share dikit] udah 7 tahun menikah tapi belum punya momongan. . . ane adeknya aja sedih banget . . . Apalagi perasaan kk ane???
7. Pendidikan
Coba tanyakan sama tukang parkir, dia sekolah sampe tingkat apa??? Apa ga kesinggung tuh?? Kalo misalnya pendidikannya rendah, dia merasa terhina, tapi kalo misalnya diatamatan SMA atau malah perguruan tinggi, malah lebih terhina. Selain itu tempat kita sekolahpun menjadi suatu perdebatan, misalnya ada seorang kaka yang sekolah di sekolah favorit, sedangkan adiknya sekolah di sekolah swasta yang tingkat kualitasnya kurang. Terkadang sang adik menjadi iri terhadap kakanya. . .
8. Nilai/Indeks Prestasi
Kalo yang ini, bisa menyinggung saya juga . . . Coz ane juga ga terlalu pinter di kelas. . . Nilai juga merupakan salah satu topik pembicaraan yang sensitif. . . Dikala kita mendapat nilai jelek, terkadang merasa terhina. Apalagi kalo ada temen kita yang lebih pinter trus nyombongin nilainya.
Agama merupakan hal yang paling sensitif didunia ini. Terkadang ada orang yang maniac terhadap agamanya sehingga menjelek-jelekan agama lain. Seharusnya agama itu bukanlah menjadi suatu perdebatan. Jaman udah moderen, agama itu udah urusan masing-masing manusia. Semua agama itu benar, yaitu menyembah sang Maha Kuasa, cuma caranya aja yang berbeda.
Sebaiknya hindari bertanya atau menjadikan agama sebagai topik pembicaraan.
2. Etnis/Ras
Etnis menjadi suatu pertanyaan yang sensitif, karena orang cenderung berpikiran yang aneh2. Sekarang umumnya manusia itu lebih banyak berpikiran negatifnya daripada positifnya. Hanya tau dan ingat sisi jelek atau buruknua suatu etnis. Cara pemikiran ini harus segera diubah. Ingat, Bhineka Tunggal Ika. Percuma nenek moyang kita cape2 bikin semboyan itu tapi kita ga pernah lakuin. Hindari pembicaraan mengenai etnis/Ras.
3. Status
Dalam hal ini pertanyaan yang paling sensitif adalah "Udah punya suami??" Padahal orang yang ditanya adalah seorang yang perawan tua. Kalo buat anak muda pertanyaan "Udah punya Cewe/o belum??" Itu masih hal yang biasa.
Hindari pembicaraan mengenai status, sebenernya boleh sih, tapi harus tau waktu yang tepat. . .
4. Gaji
Nah ini yang sering menjadi pengukuran seseorang makmur atau tidaknya. Orang yang menanyakan gaji teman/kerabatnya cenderung adalah orang yang ingin tau seberapa makmur teman/kerabatnya bekerja disuatu perusahaan. Masih mending teman/kerabatnya kerja diperusahaan, kalo dia ternya kerja sebagai tukang sampah??? Topik pembicaraan ini harus dihindari. . .
5. Pekerjaan
Sebenarnya ga terlalu sensitif sih, tapi bagaimana kalo orang yang anda tanya adalah orang lulusan S1 yang udah 3 tahun ga bisa dapet kerjaan?? Nyesek banget gan. Jadi, liat dulu orangnya gan sebelum nanya. . .
6. Keturunan
Apa jadinya kalo ada salah satu keluarga kita sudah lama menikah tapi belum punya anak??? Ketika ada yang bertanya "berapa anakmu?" Padahal belum punya. . . Sakit banget rasanya. . . Seperti kaka ane [share dikit] udah 7 tahun menikah tapi belum punya momongan. . . ane adeknya aja sedih banget . . . Apalagi perasaan kk ane???
7. Pendidikan
Coba tanyakan sama tukang parkir, dia sekolah sampe tingkat apa??? Apa ga kesinggung tuh?? Kalo misalnya pendidikannya rendah, dia merasa terhina, tapi kalo misalnya diatamatan SMA atau malah perguruan tinggi, malah lebih terhina. Selain itu tempat kita sekolahpun menjadi suatu perdebatan, misalnya ada seorang kaka yang sekolah di sekolah favorit, sedangkan adiknya sekolah di sekolah swasta yang tingkat kualitasnya kurang. Terkadang sang adik menjadi iri terhadap kakanya. . .
8. Nilai/Indeks Prestasi
Kalo yang ini, bisa menyinggung saya juga . . . Coz ane juga ga terlalu pinter di kelas. . . Nilai juga merupakan salah satu topik pembicaraan yang sensitif. . . Dikala kita mendapat nilai jelek, terkadang merasa terhina. Apalagi kalo ada temen kita yang lebih pinter trus nyombongin nilainya.
Langganan:
Komentar (Atom)